Berita

Transformasi Riset ke HKI Makin Diperkuat, Institut Bakti Nusantara Gelar Pelatihan Penulisan Paten Bersama Mitra Kampus

Pringsewu, 9 Maret 2026 — Upaya mendorong hilirisasi hasil penelitian menjadi kekayaan intelektual (HKI) yang bernilai strategis terus diperkuat oleh Institut Bakti Nusantara melalui pelatihan bertajuk “Transformasi Hasil Penelitian menjadi Aset Intelektual: Pelatihan Penyusunan Narasi Paten dan HKI.” Kegiatan ini menghadirkan akademisi dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi untuk berbagi wawasan terkait penyusunan deskripsi paten dan pengelolaan HKI secara profesional.

Kegiatan ini menghadirkan keynote speaker Dr. Fauzi yang menegaskan pentingnya transformasi hasil riset agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa hasil penelitian harus diarahkan menjadi aset intelektual yang memiliki nilai inovasi sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Dr. Fauzi menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun budaya inovasi berbasis riset yang terlindungi secara hukum. Ia menegaskan bahwa paten dan HKI merupakan langkah penting dalam meningkatkan daya saing institusi sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat luas.

Pada sesi materi utama, Dr. apt. Uce Lestari dari Universitas Jambi memaparkan strategi sukses dalam penulisan deskripsi paten. Ia menjelaskan secara rinci teknik penyusunan dokumen paten yang sistematis, mulai dari latar belakang invensi, penyusunan klaim, hingga strategi agar paten dapat lolos pemeriksaan substantif.

Selanjutnya, Adelia Dwi Valentin dari Universitas Muhammadiyah A.R. Fachruddin Tangerang membahas perbedaan mendasar antara hak cipta dan paten. Ia menyoroti masih banyaknya kekeliruan di kalangan peneliti dalam memahami jenis-jenis perlindungan kekayaan intelektual, sehingga edukasi mengenai hal ini menjadi sangat penting.

Materi praktik disampaikan oleh Muhamad Muslihudin yang memandu peserta dalam penulisan deskripsi paten serta proses pendaftaran melalui sistem Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Peserta mendapatkan pengalaman langsung mulai dari pembuatan akun hingga pengajuan paten secara daring.

Kegiatan ini dipandu oleh Dr. Salamun dari STIT Pringsewu yang bertindak sebagai moderator, sehingga diskusi dan sesi tanya jawab berlangsung interaktif dan produktif.

Pelatihan ini diikuti oleh dosen, peneliti, mahasiswa, serta perwakilan lembaga pemerintah daerah. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam diskusi terkait strategi perlindungan inovasi dan peluang komersialisasi hasil penelitian.

Kegiatan ini juga menjadi wujud kolaborasi akademik lintas perguruan tinggi, dengan dukungan berbagai institusi seperti STEBI Tanggamus dan STIE Trisna Negara OKU Timur.

Melalui pelatihan ini, diharapkan semakin banyak hasil penelitian yang tidak hanya dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, tetapi juga terlindungi melalui paten dan HKI. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mendorong inovasi nasional serta memperkuat kontribusi akademisi terhadap pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.

febadmin
Ditulis Oleh

Kontributor berita utama kami yang mengulas berbagai informasi terkini.